Tuesday, August 31, 2021

Tips Deteksi Gejala Suspensi Mobil Rusak Tanpa Alat

Dalam sebuah kendaraan roda empat atau mobil tentu saja ditambah dengan beberapa piranti suspensi yang tentu saja memiliki tujuan untuk membantu performa kendaraan anda secara keseluruhan.

Sistem suspesi didalam mobil ini merupakan keliru satu komponen yang tergolong penting dan vitak fungsinya terhadap kendaraan anda dikarenakan terjalin dengan kenyamanan dan keamanan didalam mobil anda.

Karena terhadap umumya, proses suspensi ini dirancang supaya dapat menyerap kejutan kejutan yang berasa berasal dari permukaan jalur supaya proses suspensi kan membuat pengguna mobil menjadi nyaman dan tidak terlampau merasakan kejutan kejutan tidak rata tersebut.

Selain iu sobat, dengan adanya proses suspensi ini, maka perihal ini bakal terjalin dengan kapabilitas mobil anda didalam mencengkeam permukaan jalanan oleh roda mobil anda tersebut.



Nah
sobat semua, untuk mengenal lebih dekat dengan manfaat suspensi tersebut,
yuk teman akrab segera saja kita simak
ulasan berikut ini. Cekidot.

1.Apa Saja Fungsi Sistem Suspensi Pada Mobil?

Adapun
beberapa manfaat proses suspensi mobil
tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Sebagai piranti yang
    dapat menyerap getaran getaran yang berasala berasal dari permukaan jalanan, sehingga
    penumoang di dalamnya bakal menjadi lebih nyaman
  • Sebagai piranti yang
    bisa meindahkan jenis pengereman dan juga jenis gerak ke bodi mobil, yakni melalui
    gesekan gesekan yang terjadi antara roda dan termasuk jalanan
  • Sebagai piranti yang dapat membantu mobil terhadap axle
    serta dapat pelihara letak geometris bodi dan juga roda mobil.

Oleh dikarenakan pentingnya manfaat dan peranan proses suspensi tersebut, maka perlu bagi anda untuk laksanakan kontrol dan perawatan secara berkala untuk mematikan komponen atau piranti suspensi didalam mobil anda didalam kondisi stabil.

Dan anda termasuk dapat mendeteksi kerusakan terhadap suspensi mobil anda yang dapat anda laksanakan sendiri tanpa pertolongan alat. Lantas bagaimana cara mendeteksinya? Berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

2. Tips Deteksi Gejala Suspensi Mobil Rusak Tanpa Alat

Pada umumnya, komponen suspensi mobil adalah seperti per, shockbreaker, bushing arm, dan termasuk batang stabilizer. Semua komponen ini tentu saja bakal terlampau berpengaruh terhadap kenyamanan terhadap mobil anda khususnya terhadap waktu anda melalui jalananan yang tak rata permukannya.

Dan berikut adalah cara jitu mendeteksi kerusakan terhadap suspensi mobil tanpa alat menggunakan alat terhadap masing masing proses suspensi tersebut.

Jika kita menyaksikan berasal dari jenisnya, maka per dapat dibagi menjadi dua anggota yakni per keong dan termasuk leaf ( daun ). Kedua per ini sendiri berfungsi mirip – mirip untuk meredam guncanan yang terjadi akibat kontur yang di lalui oleh kendaraan anda.

Nah sobat, untuk mendeteksi per ini apakah tersedia kerusakan atau tidak maka silahkan anda mengecek kondisi luar per dan termasuk kerataan posisi kendaraan waktu di permukaan jalur yang rata. Jika kondisi kendaraan anda miring, maka kondisi keliru satu per mobil anda telah mengalami kerusakan.

Shockbreaker sendiri berfungsi untuk meredam ayunan berlebih berasal dari gerakan terhadap per. Dengan kondisi seperti itu, maka mobil anda bakal lebih stabil dan tak gampang berayun meksi anda sedang melalui jalanan yang tidak rata dan termasuk terhadap kecepatan tinggi sekalipun.

Dan cara mendeteksi kerusakan terhadap shockbrekaer ini termasuk gampang, yakni terhadap waktu mobil anda diam maka tekanan anggota atas roda atau dapat termasuk waktu mobil anda sedang melalui gundukan atau yang sering kita sebut dengan polisi tidur.

Bila ayunan terjadi lebih berasal dari satu kali, maka perihal ini pertanda shockbreaker terhadap mobil anda telah rusak, supaya anda membutuhkan penggantinya. ciri ciri shockbreaker rusak sesungguhnya terlampau perlu untuk diketahui sejak dini.

Adapun komponen yang satu ini yakni bushing arm, berfungsi untuk menghubungkan arm dengan sasis supaya tidak terjadi singgunagn antar logam, oleh dikarenakan itulah bushing arm ini dibikin berasal dari abhan karet supaya terhadap waktu terjadi bersinggungan pun tidak bakal terjadi gesekan.

Dan untuk mendeteksi kerusakan terhadap bushing arm ini anda bakal mendengar suara berdecit akibat karet busing yang telah retak atau mengalami kerusakan. Dan jika kerusakan yang terjadi telah parah, tumbukan antara logam bakal terdengar dan gerak bebas kemudi bakal lebih banyak, khususnya terhadap waktu anda melalui marka jalan.

Kompen lainnya yang termasuk merupakan keliru satu komponen suspensi terhadap mobil adalah stabilizer. Stabilizer ini sendiri merupakan komponen yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan bodi mobil kala bakal berbelok.

Pada waktu mobil telah berbelok maka bakal terjadi gara sentrifugal yang mana jenis ini merupakan jenis berasal dari benda berputar untuk dapat terlempar terlihat berasal dari lintasan. manfaat stabilizer mobil sesungguhnya perlu anda ketahui sebagai Info tambahan.

Dan cara mendeteksi kerusakan terhadap komponen yang satu ini adalah terhadap waktu anda bakal berbelok, tapi jenis sentrifugal yang menjadi tidak seperti yang seharusnya, atau dapat dikatakan jenis sentrifugalnya lebih besar berasal dari yang seharusnya, supaya anda kehilangan keseimbangan, maka itu artinya tersedia kerusakan yang terjadi terhadap stabilizer mobil anda.

Bagaimana cara kerja gardan ?

Setidaknya, ada 4 fungsi gardan yang sudah di ketahui, namun hal paling utama dari fungsi gardan ini adalah untuk membedakan putaran roda kanan dan kiri pada saat mobil sedang berbelok. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya slip pada permukaan jalan yang berlebihan di ban saat mobil berbelok.

Jika slip pada permukaan jalan terjadi, ban yang slip akan terseret oleh laju kendaraan. Hal ini bisa mengakibatkan ban tersebut menjadi cepat aus dan rusak serta membuat pengemudian menjadi tidak nyaman.




Untuk mengetahui bagaimana cara kerja gardan, sebaiknya kita perlu mengetahui apa saja komponen-komponen utama gardan beserta hubungannya untuk mempermudah pemahaman. Berikut adalah komponen-komponen gardan sederhana
  1. Drive Pinion Gear : terhubung dengan propeller shaft (as kopel) dan final ring gear

  2. Final ring gear : terhubung dengan drive pinion gear dan dipasang menyatu dengan differential case.

  3. Differential case : terhubung dengan ring gear dan sebagai rumah/ housing dari 2 pinion gear

  4. Pinion gear : terhubung dengan differential case dan side gear kanan dan kiri

  5. Side gear : terhubung dengan axle shaft (as roda) kanan dan kiri

  6. Axle shaft : terhubung dengan roda kanan dan roda kiri

Perhatikan letak komponen gardan pada gambar dibawah berikut.
komponen gardan

Setelah mengatahui posisi dan letak komponen-komponen gardan, berikut adalah cara kerja gardan dan aliran tenaga dan putaran yang dihasilkan saat mobl berjalan lurus dan berbelok.

Pada saat mobil berjalan lurus


Pada saat mobil berjalan lurus, kondisi kedua roda kanan dan kiri berada dalam kecepatan dan putaran yang sama, selain itu beban yang ditanggung oleh roda kanan dan kiri juga sama. Hal ini mengakibatkan seluruh komponen gear di dalam differential ini bergerak dengan kecepatan yang sama dan menjadi satu kesatuan.

Perpindahan putaran yang terjadi di propeller shaft akan diteruskan untuk memutar drive pinion gear. Selanjutnya, drive pinion gear akan memutar ring gear. Pada ring gear terdapat differential case sehingga ketika ring gear berputar, maka differential case juga ikut berputar.

Dengan ikut berputarnya differential case, maka pinion gear (yang dihubungkan ke differential case dengan menggunakan pinion shaft), juga akan terbawa dan ikut berputar bersama dengan differential case.

Karena beban dan kecepatan putaran antara roda kiri dan roda kanan adalah sama pada saat mobil berjalan lurus , maka pinion gear akan mengikat side gear kiri dan side gear kanan untuk berputar dalam satu kesatuan.

Perhatikan komponen pinion gear dan side gear pada gambar animasi dibawah yang bekerja menjadi satu kesatuan.

cara kerja gardan saat mobil jalan lurus

Jadi, pada saat mobil berjalan lurus, pinion gear tidak berputar pada poros nya (pinion shaft). Pinion gear hanya mengikat dan membawa side gear untuk ikut berputar bersama-sama dengan differential case dalam kecepatan putaran yang sama.

Ketika differential case berputar satu kali, maka side gear juga berputar satu kali juga, demikianlah seterusnya dalam keadaan lurus. Karena side gear terhubung dengan as roda (axle shaft), maka putaran side gear ini kemudian akan diteruskan untuk memutar as roda dan menggerakkan roda.

Pada saat mobil jalan berbelok


Pada saat mobil jalan berbelok, beban yang ditanggung pada roda bagian dalam adalah lebih besar daripada beban yang ditanggung pada roda bagian luar. Karena beban yang ditangung roda bagian dalam lebih besar, maka kecepatan putar roda bagian dalam juga menjadi lebih lambat dibanding dengan roda bagian luar.

Sebagai contoh, saat mobil berbelok ke kiri, maka beban roda kiri akan lebih besar daripada roda kanan, begitu pula dengan kecepatan putarnya, putaran roda kiri akan lebih lambat dibanding roda kanan. Berikut cara kerja gardan pada saat mobil berbelok

Putaran dari propeller shaft akan diteruskan untuk memutar drive pinion gear. Selanjutnya, drive pinion gear akan memutar ring gear. Pada ring gear terdapat differential case sehingga ketika ring gear berputar, maka differential case juga ikut berputar.

Ketika mobil berbelok ke kiri, maka beban roda kiri lebih besar dari roda kanan. Hal ini membuat side gear untuk roda kiri akan memberi perlawanan terhadap pinion gear untuk tidak ikut berputar.

Akibat daya perlawanan (daya menahan) yang terjadi pada side gear untuk roda kiri, maka hal ini membuat pinion gear berputar pada porosnya sekaligus mengitari side gear untuk roda kiri.

Berputarnya pinion gear pada side gear kiri menyebabkan putaran pada side gear kanan (yang terhubung dengan as roda kanan) menjadi lebih cepat. Perhatikan putaran kedua side gear kanan dan kiri pada animasi dibawah berikut yang menggambarkan putaran side gear kanan lebih cepat dari kiri saat mobil berbelok ke kiri

cara kerja gardan saat mobil jalan berbelok

Oleh karena side gear ini terhubung dengan axle shaft roda (as roda) maka gerakan side gear ini juga akan diteruskan ke roda dengan kondisi putaran roda kanan akan lebih cepat dibanding dengan putaran roda kiri.