Tuesday, November 23, 2021

5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic

5 kekeliruan dalam mengendarai mobil maticKembali bersama Otomotif, Masih seputar otomotif kali ini kita akan membahas mengenai 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic, kita coba merangkum beberapa informasi mengenai otomotif. semoga artikel yang disajikan kali ini bisa bermanfaat bagi sobat pecinta otomotif.

Judul : 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic
link : 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic

Baca juga


5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic


hindari 5 kekeliruan mengendarai mobil matic



Berkendara dengan mobil matic memang lebih menyenangkan dan mudah karena kita hanya diwajibkan untuk mengendalikan setir, rem, dan gas tanpa benar-benar memainkan tuas persneling dan menginjak kopling.
Meski sederhana dalam pengoperasiannya, untuk mengendarai mobil matic terkandung aturan-aturan wajib yang harus selalu diperhatikan. Salah satunya adalah pengoperasian tuas persneling dan posisinya dengan suasana rute yang dilalui.

hindari 5 kesalahan mengemudi mobil otomatis

Kesalahan penanganan dalam mengendarai mobil matic bisa sangat merugikan, mulai dari kerusakan pada transmisinya hingga risiko kecelakaan yang bisa menghabiskan banyak uang untuk membelinya.
Pada artikel berikut, kami akan memberi tahu Anda 5 kesalahan mengemudi mobil otomatis yang tidak boleh Anda lakukan. Simak 5 kesalahan dalam mengendarai mobil matic di bawah ini.

1. Gunakan posisi N pada rute menurun

Kesalahan pertama dalam mengendarai mobil matic adalah menggunakan posisi N (Netral) saat berkendara di trek yang menurun. Jangan pernah mencoba menuruni jalan yang curam dengan tuas transmisi otomatis dalam posisi netral.
Saat transmisi otomatis berada pada posisi netral, tidak ada komponen transmisi yang menguntungkan sesuai dengan putaran roda mobil sehingga memicu suasana roda berputar lebih cepat dari putaran roda gigi transmisi.
Putaran roda yang lebih cepat dari putaran poros transmisi dapat memicu kerusakan komponen di dalam transmisi secara langsung, sehingga transmisi otomatis dapat langsung putus ke kanan.
Cara ini, tidak hanya dapat memicu kerusakan pada komponen transmisi otomatis, tetapi juga tak terhitung jumlahnya
membahayakan keselamatan diri sendiri, penumpang atau pengemudi lain di sekitar Anda.
Ya, putaran roda yang meluncur di jalur turun alami tidak bisa dikendalikan oleh putaran mesin dan transmisi. Hasil dari,
Seluruh beban dan kecepatan mobil saat meluncur hanya dipegang oleh komponen rem mobil.
Penggunaan rem yang sangat lama dan terus menerus akan memicu terjadinya steam locking yaitu munculnya
gelembung udara pada saluran sistem rem akibat panas terhadap komponen rem cakram.
Adanya steam lock dapat memicu rem menjadi tidak mau grip dan kendaraan sulit untuk dihentikan atau dikendalikan.

2. Pindah ke P atau R sebelum mobil berhenti total

Kesalahan kedua dalam mengendarai mobil matic adalah mobilisasi tuas ke posisi P (Parkir) atau R
(Mundur) sebelum mobil berhenti total.
Keadaan ini umumnya terjadi kecuali pada kondisi ngidam parkir tetapi dilakukan secara terburu-buru.
Saat roda mobil terus berputar, maka akan memutar bagian dalam komponen transmisi otomatis.
Ketika tuas dipindahkan langsung ke posisi P (parkir) saat masih berputar, mekanisme parkir pada transmisi ini dapat rusak atau pecah karena mencegah rotasi.
Kondisi terhitung ini berlaku untuk posisi R (terbalik).
Oleh karena itu, sebelum memindahkan tuas transmisi otomatis ke posisi P atau R, pastikan mobil telah menghentikan semuanya dan tidak terjadi gerakan maju atau mundur yang berulang di dalam roda.

3. Pindah ke D datang dari N tiba-tiba sambil menekan pedal gas dalam-dalam

Kesalahan ketiga dalam mengendarai mobil matic adalah mobilisasi tuas ke posisi D (Drive) berasal dari posisi N (Netral) secara tiba-tiba sambil menekan pedal gas dalam-dalam. Situasi ini sering terjadi jika Anda sedang terburu-buru dan ingin mengemudi setelah berhenti di lampu merah.
Namun cara ini sangat tidak baik dan bisa memicu kerusakan pada komponen transmisi otomatis. Ya, oli transmisi selalu membutuhkan kecocokan yang tepat untuk membuat komponen kopling dan roda gigi bekerja.
Saat putaran mesin terlalu kencang dan tuas dipindah secara tiba-tiba, komponen kopling ini akan cepat aus dan slip akibat oli transmisi otomatis yang belum masuk semua ke komponen kopling.
Selain dapat memicu komponen kopling selip, cara ini termasuk sering memicu kerusakan pada oli transmisi otomatis karena gesekan yang terjadi sering memicu residu yang akan memicu kerusakan pada transmisi otomatis.
Baca juga:

4. Tetap di posisi D sambil menunggu lampu merah

Kesalahan keempat dalam mengendarai mobil matic adalah melepaskan tuas transmisi selalu pada posisi D (Drive) saat ini menunggu giliran di lampu merah.
Saat berada di posisi D, komponen pada transmisi akan selalu bermanfaat dan berpindah ke roda. Tetap saja, karena ban telah dipegang oleh rem dan putaran yang terjadi di transmisi tidak begitu kuat, mobil akan selalu berhenti dan tetap di tempatnya.
Kondisi ini lambat laun akan memicu kopling kopling pada transmisi otomatis selip sehingga dapat memicu transmisi cepat rusak karena terpeleset.
Jadi, jika Anda menunggu dan berhenti di lampu merah, pindahkan tuas transmisi ke posisi Netral untuk menghindari kerusakan slip.

5. Gunakan kaki kiri Anda untuk menekan pedal rem

Kestrik kelima dalam mengendarai mobil matic adalah dengan menggunakan kaki kiri untuk menekan pedal rem. Ini hanya kebiasaan, tapi efeknya bisa berakibat fatal.
Sensasi menekan dengan kaki kiri akan berbeda dengan kaki kanan, apalagi ulangi jika sebelumnya Anda menggunakan mobil bertransmisi manual, dimana kaki kiri digunakan untuk menekan pedal kopling.
Perbedaan perasaan ini bisa berisiko jika digunakan untuk menekan pedal rem. Mobil sempat berhenti mendadak di tengah jalur akibat kesalahan feeling saat menekan pedal rem.
Situasi ini bisa berisiko jika terjadi pada rute yang membawa lalu lintas yang cukup ramai dengan kecepatan tinggi seperti di jalan tol misalnya.
Sebaiknya, gunakan hanya kaki kanan untuk mengoperasikan pedal rem dan pedal gas. Gunakan kaki kiri Anda untuk menekan pedal rem hanya dalam keadaan darurat, seperti jika Anda ingin berhenti
kembali di jalan curam dan macet.


Terima kasih telah membaca 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic

Demikian artikel 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic kali ini, semoga bisa memberikan inspirasi dan informasi terbaru bagi para pecinta otomotif, nantikan kembali postingan terbaru dari kami, salam.

Artikel kali ini 5 kekeliruan dalam mengendarai mobil matic alamat link https://www.berita-otomotif.my.id/2021/11/5-kekeliruan-dalam-mengendarai-mobil.html

0 comments:

Post a Comment