Thursday, November 25, 2021

langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil

langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil Kembali bersama Otomotif, Masih seputar otomotif kali ini kita akan membahas mengenai langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil , kita coba merangkum beberapa informasi mengenai otomotif. semoga artikel yang disajikan kali ini bisa bermanfaat bagi sobat pecinta otomotif.

Judul : langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil
link : langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil

Baca juga


langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil


Secara garis besar, langkah kerja transmisi otomatis di mulai dari Torque converter yang berguna untuk meneruskan putaran mesin menuju ke input shaft transmisi bersama pakai tekanan hidrolik dari oli transmisi (ATF).

Torque converter bakal membuat input shaft transmisi otomatis turut berputar ikuti putaran mesin. Input shaft transmisi bakal mengakses bersama beragam komponen transmisi otomatis lainnya seperti komponen Clucth dan Brake, planetary gear, sampai final drive gear.

cara kerja transmisi otomatis

Mulai dari torque converter sampai final drive gear, seluruh komponen ini bekerja secara mekanikal hidrolis. Sedangkan spesifik untuk komponen clutch dan brake, selain bekerja secara mekanikal hidrolis, mereka terhitung bekerja berdasarkan tekanan hidrolik oli ATF yang disalurkan oleh hydraulic control unit.

Untuk hydraulic control unitnya sendiri, ia miliki pengaturan dan kerja secara elektrik yang dikontrol secara penuh oleh komputer transmisi (Transmission Control Unit). Ya, pengaturan aliran hidrolik dari oli ATF terhadap transmisi otomatis diatur oleh komputer transmisi bersama pakai buka tutup saluran terhadap katup solenoid dan accumulator AT.

Selain itu, di didalam komputer transmisi otomatis ini terhitung sudah terprogram tingkat percepatan maju dan percepatan mundur yang dikenal bersama sebutan shift pattern. Shift pattern terbentuk berdasarkan posisi berkendara terhadap tuas transmisi, besarnya bukaan pedal gas (throttle valve), dan juga kecepatan putaran output shaft (rpm).

Jadi, berdasarkan posisi berkendara terhadap tuas transmisi dan kala putaran mesin sudah mencapai posisi tertentu, maka secara otomatis komputer bakal merubah tingkat percepatan terhadap transmisi otomatis bersama mengaktifkan solenoid terhadap hydraulic control unit.

Akibatnya, tekanan oli ATF terhadap hydraulic control unit ini terhitung bakal tersalurkan ke komponen clutch dan brake yang bakal membentuk kombinasi kerja tertentu. Kombinasi kerja antara clutch dan brake terhadap transmisi otomatis ini bakal merubah gear rasio yang berjalan terhadap komponen planetary gear.

Baca terhitung :


Di didalam planetary gear inilah laju kecepatan dan torsi dari tiap-tiap gear mampu didapatkan seperti seperti terhadap transmisi manual seperti untuk gigi 1, gigi 2, 3 , dst, di mana gear rasio untuk gigi 1 ini selalu lebih besar dibandingkan bersama gear rasio gigi tertinggi. Selain itu, kombinasi kerja dari planetary gear unit ini terhitung mampu merubah arah putaran output shaft supaya mobil mampu bergerak mundur. Berikut langkah kerja transmisi otomatis berdasarkan posisi terhadap tuas persneling

Saat mobil didalam posisi N (netral), P (park)


Saat mobil didalam posisi N (netral) dan P (park), maka seluruh komponen didalam transmisi otomatis bakal berada terhadap posisi idle (berputar tetapi tidak membuahkan percepatan terhadap kendaraan). Posisi idle ini sudah di tentukan oleh komputer transmisi supaya tidak ada komponen clutch dan brake yang bekerja.

Jadi, tiap-tiap komponen mekanikal transmisi seperti torque converter, clutch dan brake, planetary gear, final drive gear tidak tersambung bersama putaran dari mesin.

Selain itu, tekanan hidrolic yang ada terhadap hydroulic control unit cuma bakal mengalir bersama target untuk pelumasan terhadap komponen mekanikal yang bergerak tadi (tidak berjalan tekanan yang mengaktifkan clutch dan brake). Dengan keadaan ini maka mobil tidak bakal melaju meskipun pedal gas kami tekan penuh.

Saat mobil didalam posisi percepatan maju (D,2,L)


Saat mobil berada didalam posisi percepatan maju (tuas berada di posisi D, 2, atau L) maka putaran mesin bakal mengakses bersama input shaft transmisi otomatis. Selain itu, keadaan ini terhitung menciptakan putaran yang mampu membuahkan tingkat percepatan, di mana tingkat percepatan maju bakal terbujuk oleh dua perihal utama, kecepatan putaran output shaft transmisi dan juga besarnya derajat pembukaan throttle valve.

Kedua perihal tersebut bakal merubah pola shift pattern yang terjadi. Seperti seumpama sementara berada di posisi D, sementara bukaan pedal gas kurang lebih 15% dan putaran output shaft 800 rpm maka posisi gigi transmisi berada terhadap posisi gigi 1.

Jika tekanan pedal gas di tambah jadi 50% dan putaran output shaft meningkat jadi 4000 rpm, maka posisi gigi transmisi bakal bergerak maju secara otomatis mulai dari 1 ke 2, 2 ke 3, sampai ke gigi 4 bersama mengatur kerja solenoid dan accumulator terhadap hydrauic control unit. Perhatikan misal pergerakan gigi terhadap tabel shift pattern dibawah ini

cara kerja transmisi otomatis

Pada gambar diatas, berlaku sistem Upshift, yakni sistem untuk menambah gigi percepatan ketingkat yang lebih tinggi secara otomatis.

Hal ini terhitung berlaku kala pedal gas dilepas secara tiba-tiba sementara kecepatan tinggi supaya bakal berjalan penurunan gigi secara otomatis cocok bersama pola shift pattern yang tersimpan di memori komputer transmisi otomatis. Penurunan gigi percepatan terhadap transmisi otomatis sering disebut Downshift.

Saat mobil didalam posisi percepatan mundur (R)


Saat mobil didalam posisi percepatan mundur, maka komputer transmisi bakal memerintahkan hidrolic control unit untuk mengatur clutch dan brake yang bekerja untuk beroleh kombinasi gigi mundur terhadap planetary gear.

Ya, kombinasi kerja antara clutch dan brake terhadap transmisi otomatis mampu membuahkan arah putaran yang terbailk terhadap planetary gear. Dengan demikian maka rasio dan arah putar final drive gear mampu dibalik supaya mobil mampu bergerak kearah mundur.



Terima kasih telah membaca langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil

Demikian artikel langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil kali ini, semoga bisa memberikan inspirasi dan informasi terbaru bagi para pecinta otomotif, nantikan kembali postingan terbaru dari kami, salam.

Artikel kali ini langkah kerja transmisi otomatis style planetray gear terhadap mobil alamat link https://www.berita-otomotif.my.id/2021/11/langkah-kerja-transmisi-otomatis-style.html

0 comments:

Post a Comment